Pagi yang sedikit berawan namun tidak menurunkan semangatku di pagi ini, sudah lama tidak meneruskan goresan kata di blog ini karena setelah kejadian tsunami yang melanda Jepang membuat motivasi menulis sedikit menurun, bukan tanpa alasan karena satu inspirasi membuatku terhanyut dihempas tsunami.tapi sudahlah, itu sudah berlalu saatnya untuk menyusun kembali serpihan cerita yang pernah terurai...banyak tulisan dari beberapa petualangan yang belum sempat dimuat karena ceritanya tidak pernah rampung.
Seperti biasa sebuah irama double B ( Bondan Prakoso & Fade 2 Black ) menghentakkan membuka pori-pori semangatku,,,tidak lengkap rasanya sebuah petualangan tidak ada yang namanya sebuah kata cinta,why??yah,,karena sebuah kata itu sebagai motivator untuk mengawali langkah...kecintaan menulis, kecintaan berpetualang,kecintaan traveling dll,,yang membuat orang beranjak dari tempat tidur dan melangkah untuk menggapai kepuasan akan cintanya.
Salah satu plan yang ada didalam catatan harianku adalah mengunjungi sebuah negara kecil tempat singa laut berbadan ikan bersemayam bernama Merlion , bukan tanpa alasan rencana itu ada, tapi karna sebuah cinta yang mendorong untuk mengawali pertemuan dengan seorang yang sempat mampir dalam hati. Kata sahabat terbaik yang mungkin sekarang layak disematkan untuknya, sejujurnya saya merasa kagum atas perjuangan hidupnya,yang berjuang keras melawan semangat yang pernah drop akibat kecelakaan lalulintas yang membuatnya harus menginap sepekan di rumah sakit.Hingga sekarang planing itu masih tersimpan dan belum terhapus, mungkin dilain kesempatan saya bisa mengunjunginya...
Cinta Adalah Awal Dimana Sebuah Persahabatan Terlahir,Serta Petualangan Yang Menjadi Cinta Begitu Bermakna
5/1/12
3/14/11
Lilin dan Secangkir Kopi
Bandung kota yang tak asing buat gue,dengan segala hiruk pikuknya walau sebenarnya gue bukan domisili Bandung atau besar di Bandung hanya sekedar kota persinggahan saja. Sore itu tepat pukul 5 gue susuri kota menjelang senja,melewati kemacetan yang menjadi warna kota ini.Di ufuk timur warna jingga memancarkan warnanya menandai malam akan segera tiba,lampu-lampu kendaraanpun mulai dinyalakan.
Sepeda motorku menuju sebuah sudut kota dengan udara masih segar,jauh dari polusi udara atau bising kendaraan.Dago tujuanku kali ini,bukan tanpa alasan aku kesana melainkan merefreshkan fikiran setelah lelah bekerja.
Langit mulai menarik selimut malamnya,mengganti suhu udara Kota ini. Kota yang dulu sejuk dan kini mulai memanas walau kampanye “go green” tak hentinya dilakukan. Kumandang adzan menambah riuh dan teduh, menyuarakan kebesaran akan namaNya. Sampailah Aku di Sebuah rumah bernama Rumah Kopi,sebuah CafĂ© dengan gaya traditional-modern berada disebuah perbukitan Dago.
Air wudhu mengalirkan kesejukan, membasuh segala kotoran yang menempel dalan fikiran dan hati.Teriring sebuah Do’a yang kupanjatkan untuk kedua orang tua dan keluarga tercinta,dan untuk seorang yang berada di Negri Sakura yang dilanda tsunami, semoga dalam keadaan baik seperti sebelum dia berangkat dari Kota ini.Aroma kopi tercium dari secangkir kopi hangat,kunyalakan sebatang rokok untuk mengurangi dinginnya udara malam ini.
Ku hela nafas,kujamkan mata dan ku berbisik “Kau buat aku dalam keadaan suci, semoga Engkau panggil aku dalam keadaan suci pula…”amien…!
3/11/11
Pray for Tsunami Japan

Siang tadi aku dikejut oleh sebuah pesan singkat dari beberapa kawan terbaiku, yang memberitahukan tentang Tsunami yang melanda negara tirai bambu. Sontak fikiran ku terfokus pada seseorang disana, ke khawatiranku bertambah saat berita memuat tsunami itu juga sampai ke Iwate.
Besar harapan untuk pergi kesana, membantu mengevakuasi penduduk disana.Namun, hanya Do'a yang bisa ku panjatkatkan semoga Kau, Keluarga dan Penduduk Jepang disana bisa selamat dari bencana Tsunami.
Subscribe to:
Posts (Atom)


