12/20/13

The Next Life Adventure

3.45 alarm handphone berdering mengawali hari pagi ini, air wudhu menyejukan seluruh panca indra membasuh seluruh noda yang kasat mata dan dosa yang tak kasat mata. lama tak mencorat coret blog ini, banyak suka yang tak sempat tertuangkan dalam tulisan, duka, gundah dan gelisah yang hanya tertulis dalam benak saja. Setahun yang lalu keputusan besar saya ambil untuk menentukan pilihan hidup walau semua sudah berada di garis takdirNya. Tepat ditanggal 9-9-2012 jam 10.15 mengikrarkan janji suci dalam ikatan sebuah pernikahan,# http://www.mywedding.com/nilaloveasgun/  sebuah keputusan untuk menaikan level dan memasuki petualangan yang lebih nyata.

Sebuah rumah di Bandung timur kami ambil, tidak terlalu besar namun cukup untuk membina rumah tangga kecil sebagai basecamp untuk merencanakan petualangan berikutnya, satu bulan berlalu dalam hangatnya honeymoon membuahkan hasil yang memuaskan dua strip merah menandakan kehadiran mahluk kecil yang sedang menari-nari dalam rahim istri tercinta. (to becontinue)

8/17/12

DIRGAHAYU NEGERIKU



Genggam erat tekadmu wahai sang Garuda
Tegak menatang kibarmu diangkasa wahai sang saka
Bangkitkan smangatmu wahai pemuda pemudi bangsa
Gapai citamu setinggi langit mengangkasa

Dengan darah bangsa ini berdiri
Dengan ribuan nyawa bangsa ini merdeka
Pantang halang rintang
Bringas tanpa coba menantang

Kita satu walau berbeda suku
Kita satu walau berbeda nada bicara
Kita satu walau tak tau siapa saudaramu
Kita satu dalam jamrud khatulistiwa, di nusantara kita tercinta




7/19/12

Tak Sempurna ~ Bondan Prakoso & Fade 2 Black

Ku kagumi kelemahanmu
Ku cintai semua kekuranganmu
Itu bagiku indah, kau yang tak sempurna
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Saat senja datang gantikan siang
Mereka bilang kau malam tanpa bulan
Beda, tak sama, kau yang tak sempurna
Bagiku kau segalanya, murni estetika
Apa yang kau tanam itu yang kau petik
Apa yang kau jalani selalu beri yang terbaik
Impian tentang kau yang tak berbatas
Jauh dari sempurna tapi membekas
Silahkan jadi hakim tuk semua perkara
Keterbatasan ini tulus jalankan cinta
Terhina dalam hati, tersudut karena beda
Kau sosok tak sempurna tapi bermakna
Ku kagumi kelemahanmu
Ku cintai semua kekuranganmu
Itu bagiku indah, kau yang tak sempurna
Serupa bunga tanpa mahkota
Seperti air mineral tanpa O2
Ku telah jauh kembali susunan alam
Menggali artifakmu lebih mendalam
Karena satu untuk alasan walau itu buruk
Ku cinta semua walaupun kau tak berbentuk
Aku seperti plato dalam pemahaman
Dunia indrawi bukan bentuk keindahan
Mungkin kau mengerti, mungkin kau tidak
Masa lalumu seperti gading yang bisa retak
Mungkin kau sadari, mungkin kau tidak
Tapi ku yakin kau tetap yang sempurna
Meski lemah kau tetap hal yang terindah
Kau yang terindah
Meski rapuh kau tetap hal yang terindah
Kau yang tak sempurna
Ku kagumi kelemahanmu
Ku cintai semua kekuranganmu
Itu bagiku indah, kau yang tak sempurna

7/13/12

Sendiri


Sendiri mengikuti pijakan kaki
Berjalan menyusuri belahan bumi
Berhadapan dengan badai dan gelombang
Tak gentar walau arang menghadang

Sendiri kulalui
Walau pijakan kaki tersandung kerikil tajam
Walau tangan terkoyak duri iri
Asa ku mampu taklukan halang rintang

Keyakinan suatu hal yang pasti
Menjadi tekad kuat para pendaki
Takut dan ragu yang harus terbuang
Dari hati para petualang



7/8/12

Do'a Untuk Bunda

Teruntuk Bunda, 
Kutuliskan do'a atas nama cinta
Dari tinta yang meneteskan air mata

Ya Robb,
Tempatkan ridhoMu untuknya,
Seperti ketulusannya membesarkan hamba
Sucikan ia dari segala khilaf, yang tak sempat terma'af

Ya Robb,
Terangi jalannya dengan cahaya keagunganMu
Bukakan pintu rahmat untuknya menuju pintu surgaMu
Jadikan surga dikakinya sebagai jejak untuk hamba selalu mengingatMU

7/4/12

Kesyahduan Malam Nisfu Sya'ban

Berbalut malam yang gulita
Bersenandungkan tasbih dalam do'a
Ketika pintu pintu langit mulai dibuka
Dan ketika itu pula Sang Penguasa semesta turun kelangit dunia

Dibumi Mu kami berpijak
Tak sedikit kami ingkar dari pijakan Mu
Hanya kau pemberi ma'af
Dari segala dosa dan khilaf

Tanpa tau halal atau pun haram
Seakan lupa azabMu di neraka jahanam
Dengan limpahan rizkiMu kami menafkahi
Bersihkan kami daril hal yang dapat mengotori rizki

Setiap detik usia yang Kau kurangi
Setiap sa'at kami pun lupa diri
Memohon ampun dari sisa waktu
Sebelum datang suatu waktu, yang kami pun tidak tau

6/30/12

Sabtu Pagi (30-06-12)

Sabtu yang indah
Langitpun tampak begitu cerah
Senyuman belahan jiwaku yang ramah
Selalu redamkan amarah

Selamat pagi dunia, semoga tak seperti hari kemarin
Apakah masih ada tangis bayi kurang gizi dihari ini ?

Apakah masih ada anak jalanan menenteng kaleng kecil dihari ini?
Apakah masih ada mimpi yang tak terpenuhi pagi ini?

Semoga hari ini tak seperti hari kemarin
Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin
Semoga esok, lusa dan seterusnya :
Langitku semakin indah
Senyumanya semakin ramah

6/27/12

Nyanyian Para Kuli Jalanan


Terik matahari sangat
Kerontangkan rongga-rongga kota
Debu yang tersapu angin utara
Terbangkan angan dan harapan para kuli jalanan

Asap hitam dari kendaraan mesin tua
Terhisap paru-paru sisakan karbon monoksida dalam dada, akibat pembakaran yang tak sempurna
Bising dari suara-suara
Kokohkan tekad para pekerja bermental baja

Riuh gaduh tak urungkan niat terhormat
Tuk bekal anak istri dan sisanya untuk sesuap nasi
Hitam pekat warna kulit terbakar matahari
Tak berarti hitamkan hati dari para pencaci

Garis kening diwajahmu tak seperti garis takdir dihidupmu
Kau sadari bahwa inilah hidup bukan mimpi
Tanpa kau sesali
Tanpa kau tangisi

6/26/12

Wanita Dengan Sebuah Mimpi

Satu lagi tentang wanita yang terbangun dari tidur panjangnya
Berharap mimpi kan menghapiri mendekati khayalnya

Datang kepada malam untuk memperoleh jawaban
Namun purnama enggan dengan  menutupi malam buta

Datang kepada pagi untuk bertanya tentang firasat mimpi
Namun embun terlalu singkat terjemahkan kata hati

Tak sampai wanita menyerah
Tak sampai wanita pasrah

Mimpi adalah fatamorgana dari khayalan
Khayalan adalah angan yang tak terpenuhi janji hati

Kadang logika tak sejalan dengan rasa
Kadang jauh dari dunia nyata

Pasrah bukan berarti menyerah
Tapi menyusun serpihan mimpi menjadi sebuah strategi untuk mencapai tujuan hati

6/20/12

Luruh



Menunggu hujan reda
Meredam hati yang resah
Gemericik rintik hujan terdengar syahdu
Seirama dengan senandung kalbu

Jeda yang tak menentu
Berharap bisa melewati waktu
Seperti hujan dihari sabtu
Butirannya turun satu persatu

Beranjak saat hujan reda
Mengampiri jiwa yang gelisah
Bertemu pada satu waktu
Memenuhi janji hati tuk menyatu

Dibatas Kontrol

Jalanan Pantai Utara yang terbentang seakan masih menyisakan tantangan yang tak akan habis untuk memacu adrenaline, melintasi batas sebagai seorang lelaki yang tertantang dengan rintangan melalui kecepatan, melewati kontainer, beradu cepat dengan bis Luragung seakan menjadi sarapan pagiku.

Kali ini meninggalkan sejenak negri antah barantah menuju Batukaras-Pangandaran, menengok sisi pantai Selatan yang terkenal dengan keganas ombak dan Ratunya. Dengan titik nol Pamanukan melewati Pagaden sampai ke Kota Subang, jalan biasa yang kulalui tanpa tanjakan karena masih pedataran.

Rintangan dimulai dari lampu merah Kota Subang dengan track menanjak dan berkelok mengingatkan pada jalanan Garut-Bandung yang dulu sering kulalui melalui Cijapati, kali ini tak jauh berbeda semangat mengendarai Street Fighter terus memacu namun lain padang lain pula ilalang disetiap medan mempunyai tantangan yang berbeda.

Subang Kota - Kasomalang melalui jalan Kumpai dilalui dengan baik, walau sedikit melambat di daerah kumpai karena termasuk wilayah perdesaan dengan jalan sedikit berlubang. Rintangan Kasomalang - Sumedang menambah tingkatan level dengan jalan yang lebih sempit dan kelokan tajam mengasahku mengendalikan si kuda besi, ada tikungan yang menjadi favourite , berada didaerah Tanjungsiang - Rancakalong walau tak setajam gunung Akina yang terletak di Prefektur Gunma, Jepang pada Film Initial D. tapi lumayan cukup mengasikkan.

Kasomalang - Sumedang pun dilalui dengan baik mesti harus hati-hati dengan truck besar pengangkut air minum salah satu merk terkenal di Indonesia ( sorry ya ga sebut merk, ga ada royalti sih :-) hehe..). Dari sumedang mengambil arah Malangbong via Wado. Level berkendara pun menambah dengan track sempit tikungan tajam serta tanjakan dan turunan yang mantap.Hari menjelang sore ketika senja mulai menampakkan keelokannya nampak indah dengan warna jingganya yang napak jelas dari ketinggian wado, banyak sekali anak muda atau gang motor yang nongkrong di tikungan wado atau yang berduaan saja juga ada hehe...nampaknya lelah telah menghampiri tanpa permisi hingga saya putuskan untuk istirahat sejenak mencari tempat yang bagus ditikungan sambil ikut menikmati indahnya senja jam menunjukan 17.10.

Selang beberapa menit sebuah suara mengejutkan, tabrakan tepat dibelakang saya dua motor terhempas dan satu lagi menyusul melindas kawannya dan dengan reflex segera menghampiri mencoba memberikan pertolongan. Nampaknya salah satu gang motor sedang mengadakan balapan liar namun tak kontrol ketika melewati tikunagan karena dari arah yang berlawanan ada pengendara motor lain hingga kecelakaan tak bisa dihindarkan, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa masih luka ringan walau motor lumayan hancur. Ini menjadi pelajaran bahkan mungkin peringatan buat saya untuk lebih hati-hati, pesan singkat little angel sebelum berangkat telah saya idahkan..(ma'af ya hehe...okay,Judul tulisan ini saya buat terinspirasi dari pesan singkatnya).

Hari semakin gelap dan suara adzanpun berkumandang di Mesjid-mesjid yang saya lalui, sampai Malangbong menunjukan pukul 16.10. Malangbong - Tasikmalaya dengan jalanan yang cukup baik tetapi tanjakan dan turunan yang mesti dilalui dengan hati-hati. Sampai di Rajapolah tepatnya di Mesjid Baitul Amanah istirahat sejenak membasuh dengan air wudhu yang menyejukan hati bersujud dihadapanNya memohon ampun dari segala khilaf. Setelah mengisi perut yang dari tadi siang keroncongan perjalananpun dilanjutka sampai ke Tasikmalaya dan kemudian mengambil jalan ke kiri menuju kota Ciamis untuk istirahat seraya melepas lelah dirumah kawan samping Saung Nike Ardila dan bermaksud melanjutkan perjalanan diesok harinya.

Saat pagi buta ketika matahari masih menggeliat tak lupa mandi dan gosok gigi sayapun bergegas untuk melanjutkan perjalanan, menuju pangandaran sepanjang jalan yang saya lalui banyak sekali toko olahan dan home industri khas kota Ciamis masyarakat yang kreatif dengan memanfa'afkan potensi alam serta mengasah kemampuan sumber daya manusia merupakan suatu hal yang luar biasa untuk meningkatkan taraf hidup lebih baik di negeri ini sebenernya dari mulai Rajapolah juga sudah terlihat daisamping kanan dan kiri jalan yang dilalui terdapat beberapa toko sovenir kerajinan Khas kota Tasikmalaya, ada yang berbeda disini dari kota titik nol keberangkatan dimana di Pantai Utara kecenderungan masyarakat menggantungkan hidup dari hasil mencari ikan di laut ada pula yang bertani karna termasuk lumbung padi dari mulai karawang sampai indramayu dengan kontur pedataran dan sebagian masyarakat cenderung menjadi TKW/TKI keluar Negeri.

Tak terasa 2 Jam perjalanan kami lalui sampai Pangandaran, sudah lama sejak libur akhir sekolah tahun 1997 saya kesini, ada sedikit perubahan mungkin karena Tsunami yang pernah melanda Pangandaran ditahun 2006 namun pada dasarnya secara kontur tak banyak yang berubah namun sedikit kotor dengan sampah yang berserakan takteratur. Setelah sampai Pangandaran saya mengembil jalan kekanan menyusuri jalan yang rusak menuju Green Canyon, 30 menit jeda yang di tempuh saya sampai di Green Canyon dengan airnya hijau karna efek tumbuhan air yang hidup didalam sungai. Pemandangan yang luar biasa memanjakan mata dengan keelokan alam yang masih asri. Perjalananpun saya lanjutkan menuju Batu Karas dengan jarak tempuh kira-kira 10 menit dari Green Canyon.

Welcome to Batu Karas! Pantai yang elok dengan pasir putih dan air yang jernih meluruhkan lelah, ombak yang tinggi seakan menyambut kedatangan saya. Beberapa turis macanegar dan lokal tampak bermain selancar diatas ombak adapula yang menyewakan banana boat sebagai pelengkap wisata air dan ada fasilitas snorkeling untuk melihat pemandangan bawah air. Bukan berlebihan saya menyebutnya mutiara yang tersembunyi. ya karna lautnya yang masih virgin belum banyak yang eksplorasi.

6/18/12

Jembatan Gantung



Tatkala matematika menjadi nyata
Dimulai dari sebuah angka
Sa'at menghitung beban pada sebuah bidang
Mengukur kedalaman dengan detail

Gaya geser dan gaya ikat angin menjadi penting
Sa'at beban terpusat melewati batas normal
Ketepatan adalah utama ketika daya dukung tak terpenuhi
Gaya momenpun sangat berpengaruh ketika beban hidup melintas



6/4/12

Bukan Akhir Sebuah Episode


Sejengkal kerinduan yang memulai ribuan jengkal, ditemani selimut rindu yang bergemuruh, senandungkan kata-kata makna yang gundahkan asa dalam dada. Kalut yang berkecamuk dalam benak, hilang sudah dititik akhir,,dimana semuanya sudah tersimpan ditempat yang semestinya tempat yang layak nan indah tuk sekedar dikenang dalam benak.

Beranjak untuk mulai melangkah lagi, karena perjalanan masih panjang. Masih ada keindahan didepan mata, dipenghujung pandangan sesuatu yang misterius dengan segala keindahan. Selamat jalan kerinduan,,,sampai jumpa dikerinduan selanjutnya

5/1/12

Dedication to Byanca Selomitha

Pagi yang sedikit berawan namun tidak menurunkan semangatku di pagi ini, sudah lama tidak meneruskan goresan kata di blog ini karena setelah kejadian tsunami yang melanda Jepang membuat motivasi menulis sedikit menurun, bukan tanpa alasan karena satu inspirasi membuatku terhanyut dihempas tsunami.tapi sudahlah, itu sudah berlalu saatnya untuk menyusun kembali serpihan cerita yang pernah terurai...banyak tulisan dari beberapa petualangan yang belum sempat dimuat karena ceritanya tidak pernah rampung. Seperti biasa sebuah irama double B ( Bondan Prakoso & Fade 2 Black ) menghentakkan membuka pori-pori semangatku,,,tidak lengkap rasanya sebuah petualangan tidak ada yang namanya sebuah kata cinta,why??yah,,karena sebuah kata itu sebagai motivator untuk mengawali langkah...kecintaan menulis, kecintaan berpetualang,kecintaan traveling dll,,yang membuat orang beranjak dari tempat tidur dan melangkah untuk menggapai kepuasan akan cintanya. Salah satu plan yang ada didalam catatan harianku adalah mengunjungi sebuah negara kecil tempat singa laut berbadan ikan bersemayam bernama Merlion , bukan tanpa alasan rencana itu ada, tapi karna sebuah cinta yang mendorong untuk mengawali pertemuan dengan seorang yang sempat mampir dalam hati. Kata sahabat terbaik yang mungkin sekarang layak disematkan untuknya, sejujurnya saya merasa kagum atas perjuangan hidupnya,yang berjuang keras melawan semangat yang pernah drop akibat kecelakaan lalulintas yang membuatnya harus menginap sepekan di rumah sakit.Hingga sekarang planing itu masih tersimpan dan belum terhapus, mungkin dilain kesempatan saya bisa mengunjunginya...

3/14/11

Lilin dan Secangkir Kopi



Bandung kota yang tak asing buat gue,dengan segala hiruk pikuknya walau sebenarnya gue bukan domisili Bandung atau besar di Bandung hanya sekedar kota persinggahan saja. Sore itu tepat pukul 5 gue susuri kota menjelang senja,melewati kemacetan yang menjadi warna kota ini.Di ufuk timur warna jingga memancarkan warnanya menandai malam akan segera tiba,lampu-lampu kendaraanpun mulai dinyalakan.
Sepeda motorku menuju sebuah sudut kota dengan udara masih segar,jauh dari polusi udara atau bising kendaraan.Dago tujuanku kali ini,bukan tanpa alasan aku kesana melainkan merefreshkan fikiran setelah lelah bekerja.
Langit mulai menarik selimut malamnya,mengganti suhu udara Kota ini. Kota yang dulu sejuk dan kini mulai memanas walau kampanye “go green” tak hentinya dilakukan. Kumandang adzan menambah riuh dan teduh, menyuarakan kebesaran akan namaNya. Sampailah Aku di Sebuah rumah bernama Rumah Kopi,sebuah Café dengan gaya traditional-modern berada disebuah perbukitan Dago.
Air wudhu mengalirkan kesejukan, membasuh segala kotoran yang menempel dalan fikiran dan hati.Teriring sebuah Do’a yang kupanjatkan untuk kedua orang tua dan keluarga tercinta,dan untuk seorang yang berada di Negri Sakura yang dilanda tsunami, semoga dalam keadaan baik seperti sebelum dia berangkat dari Kota ini.Aroma kopi tercium dari secangkir kopi hangat,kunyalakan sebatang rokok untuk mengurangi dinginnya udara malam ini.
Ku hela nafas,kujamkan mata dan ku berbisik “Kau buat aku dalam keadaan suci, semoga Engkau panggil aku dalam keadaan suci pula…”amien…!

3/11/11

Pray for Tsunami Japan



Siang tadi aku dikejut oleh sebuah pesan singkat dari beberapa kawan terbaiku, yang memberitahukan tentang Tsunami yang melanda negara tirai bambu. Sontak fikiran ku terfokus pada seseorang disana, ke khawatiranku bertambah saat berita memuat tsunami itu juga sampai ke Iwate.

Besar harapan untuk pergi kesana, membantu mengevakuasi penduduk disana.Namun, hanya Do'a yang bisa ku panjatkatkan semoga Kau, Keluarga dan Penduduk Jepang disana bisa selamat dari bencana Tsunami.

2/25/11

Sebuah Peringatan Kematian



Suhu udara pantai utara terasa sejuk pagi ini, ku nyalakan laptop dan ku dengarkan bait-bait lagu karya Double B (Bondan Prakoso with Pade to Black) sebagai penyemangat hari ini. Kubuka jendela supaya udara segar mengisi ruang kamarku,dibalik jendela kamar terlihat awan hitam menyelimuti kota ini “semoga tidak turun hujan…” gumamku.
Sudah hampir genap 2 tahun aku berada dikota ini, kota yang berada disisi utara pulau jawa. Bukan tanpa tujuan kuberada dikota ini, tapi karena tugas yang ku emban untuk melaksanakan beberapa project.
Terdengar gemuruh kendaraan yang melintas dijalan Pantura, kendaraan-kendaraan mulai dari jenis sedan yang ukurannya kecil hingga truk kontiner dengan kecepatan tinggi.Jalan dengan angka kecelakaan paling tinggi menurutku, hampir kudengar tiap hari kecelakaan dijalan tersebut dari mulai luka ringan hingga membawa kematian.
Kupacu kuda besiku, kuda dengan tenaga 150 cc mencoba mengiringi irama pantura. Kali ini kutarik gas dan speedometer digital merangkak naik dan kulihat 110 km/h. Terasa nyaman ketika kecepatan yang kupacu mencapai titik maksimal, fikiran ku menerawang ku hela nafas perlahan,tiba-tiba teringat wajah seorang sahabat seoakan menyapa dan memperingatkanku.
Kemudian ku kurangi kecepatan hingga 65 km/h, “terima kasih sobat…kau telah memperingatkanku”bisiku..seorang sahabat telah pergi mendahuluiku, sebuah kecelakaan roda dua yang membuatnya terhempas…

1/21/11

Catatan Hitam



Hanyut bersama gemericik air di sore itu
Ketika matahari mulai meredup
Lampu jalanan mulai dinyalakan
Dalam peluh ku mengadu
Dalam sunyi ku berjanji
Tak kan pernah terulang tuk kesekian kali

Mata mulai pekat, namun bayangan itu enggan tuk sirna
Jelajahi benakku, masuki penatku
Kunanti fajar kembali
Tuk mulai melangkah menuju satu arah

Biarlah semua itu menjadi catatan hitam takdirku
Menjadi coretan kelam ketika ku tenggelam

Namun ku yakin,tetesan tinta itu kan menjadi biru

12/2/10

waktu



terimakasih atas semua waktumu
mudah-mudahan ada sesuatu yang berarti
yang kau dapat dariku
walau waktuku sebentar untukmu

semoga kau baik-baik disana
dengan orang yang memiliki cukup waktu untukmu

kuyakin kita akan bertemu disuatu waktu
saat waktuku dan waktumu menjadi satu

11/16/10

10112010



Serupa kabut yang berarak rendah diatas kawah putih
Seperti hawa dingin yang menyapa lembut di Lembah Ciwidei
Tak pernah tau sampai kapan berakhir
Yang mereka tau hanyalah setia pada kodrat alam

Tenggelamku dalam heningnya siang itu
Memejamkan mata sejenak
Mencoba mengingatmu kembali dikedalaman sunyi
Entah dimana kau sekarang?


Sampai kapan ku harus menunggu kabar tentangmu?

Promo Hotel Buat Traveler